Rp44.500
| Detail Buku | |
| Judul | Bangkai yang Wangi |
| Penulis | Hoiriah |
| Jenis | Memoar |
| Penerbit | CV. Harasi |
| Terbit | Agustus 2026 |
| ISBN | |
| Tebal | 105 hlm.; 14x20 cm |
| Berat | 125 gr |
| Jilid | Soft cover |
| Stock |
Pre order
|
“Bagi orang tua saya, saya adalah kegagalan yang nyata, bahkan sebelum saya sempat mencoba.”
Menjadi anak sulung di tengah keluarga miskin yang dingin membuat hidup seorang gadis remaja terasa bagai labirin tanpa ujung. Di rumah itu, prestasi selalu disambut keheningan yang beku. Angka di atas kertas jauh lebih berharga daripada peluh usaha. Saat sang adik difasilitasi dengan kemewahan, ia harus meremas dada menahan tangis, berjalan kaki berkilometer demi menghemat uang jajan tiga ribu rupiah, hingga terpaksa menahan malu menggunakan potongan kain perca saat haid karena takut meminta uang pembalut.
Di balik seragam putih abu-abu yang mulai menguning, ia memendam luka, trauma, dan amarah. Puncaknya ia dicaci sebagai anak yang “hanya main-main kuliah” ketika skripsinya tertahan di meja dosen killer. Dunia runtuh, impian menjadi dokter terkubur, dan ia berada di titik nadir hampir menyerah pada hidup.
Namun, takdir Tuhan bekerja lewat skenario yang paling misterius. Melalui sebuah nomor ponsel tak terduga, sebait doa Tahajud di sepertiga malam, dan keteguhan hati yang berdiri sendiri, ia berhasil membalikkan keadaan. Dari seorang “pesuruh” di kantor polisi, ia melompat menjadi lulusan seleksi negara.
Bangkai yang Wangi adalah sebuah memoar jujur tentang pembuktian seorang anak yang sukses menjemput takdirnya sendiri meski tanpa dukungan keluarga. Sebuah surat cinta bagi jiwa-jiwa yang terluka, yang membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih lewat jalan mandiri, meski hatimu masih patah, dan traumamu belum sepenuhnya sembuh.